"hobby to income"

selamat datang di blog ini semoga sajiannya bermanfaat,,, saran dan kritik sangat diharapkan!!!

Minggu, 03 November 2013

DAFTAR HARGA BENIH LELE 2014 MAJALENGKA

 Demi membantu petani pembesaran kami tidak mematok harga benih terlampau mahal, yang penting sama sama diuntungkan! 

Kamis, 11 April 2013

MERACIK RAMUAN HERBAL LELE ABAH NASRUDIN

setelah sekian lama gooling di internet cari ramuan resep herbal sang maestro tidak ketemu, baca buku karangan beliau tidak di sebutkan.. "mungkin itu adalah strategi sang maestro agar lebih penasaran dan pecinta lele dapat bersilaturahmi dengan beliau".
Akhirnya saya mencoba meramu sendiri ramuan herbal yang dicampur dari berbagai sumber.. terutama dari ramuan kang usnie arie dan bapak bambang !
Siapkan
1. dedak halus 1/2 kg
2. ragi roti ( permipan)
3. EM4
4. 3-5 Daun pepaya kalo ada daun pepaya gandul
5. segenggam daun jawer kotok
6. segengggam meniran
7. 10 lembar daun sirih

cara pembuatan
1. dedak di aduk dengan ragi roti lalu ditambah air sampai basah tapi tidak encer
2. diamkan 12 jam dalam wadah tertutup
3. resep no 4-7 di tumbuk atau diblender
4. campurkan dengan dedak diberi air 3-4 liter air diaduk dan di saring
5. masukan perasan ramuan pada wadah yang tertutup dengan diberikan em4 3-4 tutup botol
6. 4 hari kemudian ramuan dapat diaplikasikan baik ke air kolam atau untuk membibis pakan

selamat mencoba
 maaf pembaca judulnya tidak sesuai dengan ramuan... biar ada daya tarik aja!!! wasalam








2.dia

Senin, 14 Januari 2013

pembenihan ikan tambakan atau tembakang

 Setelah berhasil mencoba dalam membenihan ikan koi saya coba membenihan ikan tambakan yang sudah mulai langka

Reproduksi dan Perkembangbiakan  Ikan tambakan termasuk ikan yang mudah berkembang biak. Di alam liar, dalam waktu kurang dari 15 bulan, populasi minimum mereka sudah bisa bertambah hingga dua kali lipat populasi awalnya. Reproduksi ikan tambakan sendiri terjadi ketika periode musim kawinnya sudah tiba. Di Thailand misalnya, musim kawin ikan tambakan terjadi antara bulan Mei hingga OktoberPerkawinan antara kedua ikan tambakan yang berbeda jenis kelamin terjadi di bawah tanaman air yang mengapung. Ikan tambakan betina selanjutnya akan melepaskan telur-telurnya yang kemudian akan mengapung di antara tanaman air. Tidak seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, ikan tambakan tidak membuat sarang maupun menjaga anak-anaknya sehingga anak ikan tambakan yang baru menetas sudah harus mandiri. Sehari setelah pertama kali dilepaskan ke air, telur-telur tersebut akan menetas dan setelah sekitar dua hari, anak-anak ikan tambakan sudah bisa berenang bebas.
Pemeliharaan Induk                                   Persiapan wadah pada pemeliharaan induk dimulai dengan menyurutkan air sampai habis dengan cara membuka pintu saluran outlet dan menutup pintu saluran inlet dengan menggunakan karung, kayu dan besi lempengan. Adapun pengertian Inlet adalah saluran pemasukan air dan Outlet adalah saluran pengeluaran air. Setelah air surut dilakukan pembersihan kolam dari kotoran dan hama. Hama pada ikan biasanya berupa keong dan ikan-ikan kecil, termasuk ikan gabus.
Pembersihan kolam dengan menggunakan sekop atau cangkul. Pada pemeliharaan induk ini dilakukan pengapuran tapi pemupukan tidak dilakukan karena pada kolam induk masih ada unsur-unsur hara yang dibutuhkan buat menumbuhkan pakan alami. Pengapuran bertujuan untuk membunuh hama-hama pengganggu pada induk tambakan. Tanah dasar kolam induk diolah dengan cara membalikkan tanah menggunakan sekop yang ditarik secara merata. Pengisian air dilakukan setelah selama satu hari dikeringkan. Ketinggian air untuk kolam pemeliharaan induk yang berkedalaman 100 cm diisi air setinggi 80 cm.
Penebaran Induk
Calon induk diambil dari alam yang lokasi induknya berada didaerah sekitar. Propinsi Jambi. Kemudian induknya dipelihara di kolam pemeliharaan induk yang telah disiapkan. Calon induk dipelihara pada kolam air tenang yang kadar oksigennya rendah, ikan tambakan masih dapat hidup karena ikan tambakan mempunyai alat pernapasan tambahan yang berupa labirynth. Induk Jantan dan Induk Betina dipelihara dalam satu kolam. Induk yang dipelihara pada kolam pemeliharaan induk hanya menggunakan satu kolam, dengan luas 250 m2.
Pemberian Pakan
Pakan yang diberikan adalah pakan buatan yang berupa pellet. Jenis pellet yang diberikan adalah pellet jenis tenggelam dengan merk ‘CPP 888-3 SM’. Pellet tersebut dibuat di pabrik pakan yang berada di daerah Karawang. Kandungan nutrisi pellet ‘CPP 888-3 SM’ Dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Kandungan Nutrisi Pakan Ikan
No Kandungan Nutrisi Kadar (%)
1. Protein 30-32
2. Lemak 3-5
3. Serat 4-6
4. Abu 5-8
5. Kadar Air 11-13
Kandungan Protein pada pakan ikan 30-32% diberikan sebanyak 3% dari bobot tubuh ikan perhari. Dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari atau 3 kg perhari dan pemberian pakan dilakukan pada pagi hari jam 07:00 WIB dan sore hari diberikan jam 16:00 WIB. Pemberian pakan yang cukup dapat merangsang pematangan gonad pada induk. Pakan diberikan dengan cara ditebar di satu tempat saja atau tidak boleh memencar. Untuk membuat induk ikan datang dan mengumpul di satu tempat maka induk di panggil dengan cara, dinding kolam dipukul-pukul menggunakan kayu atau tangan.
 Pengelolaan Kualitas Air
             Kondisi lingkungan terutama kondisi perairan sangat mempengaruhi keberhasilan Budidaya. Pengelolaan air pada pemeliharaan induk dilakukan dengan pergantian air secara overflow atau secara terus-menerus yaitu air yang keluar sebanding dengan air yang masuk. Pergantian air dilakukan dengan membuka pipa saluran inlet dan mengisi air sampai penuh atau sampai batas pipa outlet. Pipa outlet tersebut ditutup dengan saringan atau kain. Tujuannya agar ikan yang ada di kolam tidak akan keluar walaupun airnya penuh sampai batas pipa outlet.
             Pipa saluran inlet tidak perlu dipasang saringan karena air yang masuk kedalam kolam sudah bersih dari sampah dan kotoran. Kualitas air pada kolam pemeliharaan induk dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Kualitas Air Kolam Pemeliharaan Induk Tambakan.
No Parameter Nilai
1. Suhu (0c) 25-30 0C
2. pH 7,55
3. DO (mg/l) 5,0
4. Kecerahan (cm) 20
5. Warna Perairan Coklat Kemerahan (Keruh)
Jadi ikan Tambakan dapat hidup walaupun warna perairannnya coklat kemerahan (keruh). Alat untuk mengukur Kualitas Air adalah sebagai berikut: 1. pH meter dan Termometer, 2. DO meter, 3. Seichi disk. Cara kerja pH meter dengan cara PH meter dicelupkan kedalam air, kemudian dicatat berapa PH yang ada didalam kolam. Termometer dengan cara dicelupkan kedalam air, yang cara penggunaannya hampir sama dengan pH meter. Kemudian dicatat berapa suhu yang ada di kolam tersebut. DO meter dengan cara DO meter dimsukkan kedalam perairan tersebut dan biarkan sampai angka yang ditunjukkkan baru berhenti, kemudian angka yang telah berhenti tersebut dicatat. Sedangkan untuk Seichi disk cara kerjanya adalah dengan cara seichi disk dimasukkan kedalam kolam tersebut dan diamati sampai kedalaman berapa seichi disk tidak akan terlihat lagi, kemudian dicatat berapa kecerahannya. Untuk pengukuran kualitas air ini dilakukan tiap sepuluh hari sekali yaitu hanya pada pagi hari hanya untuk kolam induk.
Seleksi Kematangan Gonad
Induk yang akan dipijahkan harus diseleksi terlebih dahulu karena proses seleksi induk akan menentukan keberhasilan dalam proses pemijahan. Induk yang dipilih adalah induk yang sehat, anggota tubuhnya tidak cacat dan gerakannya aktif.
Sedangkan untuk seleksi kematangan gonad dilakukan dengan pengecekan induk. Kemudian induk tambakan ditimbang bobotnya dan diukur panjang total ikan. Seleksi induk yang akan dipijahkan dilakukan pada pagi hari untuk menghindari ikan mengalami stress karena pengaruh suhu. Seleksi dilakukan dengan menangkap induk dari kolam pemeliharaan induk dan ditempatkan didalam ember besar untuk dipindahkan kedalam bak fiber glass untuk dipijahkan.
Ukuran induk tambakan yang sudah siap memijah berumur 12-18 bulan dengan panjang 20-24 Cm dan berat 150-300 Gram/ekor. Jumlah telur yang dihasilkan 73.073 butir tiap satu induk. Induk yang telah matang kelamin dapat dilihat ciri-cirinya sebagai berikut: Betina Badannya relatif tebal agak membulat, jinak. Sisiknya terutama mulai dari dagu keperut lebih putih bersih dari pada jantan. Perut mengembang dengan pangkal sirip dada berwarna kemerah-merahan. Jantan badannya relatif lebih tipis, memanjang dan kelihatan liar. Warnanya mulai dari dagu keperut lebih gelap dari pada ikan betina. Jika perutnya dicoba ditekan maka akan keluar cairan putih yang tidak lain adalah sperma. Pada punggung dan pipi sampai dagu terdapat banyak sisik yang berwarna kehitam-hitaman.
Secara rata-rata panjang ikan jantan 19,67 cm dengan bobot 106,53 gram. Sedangkan untuk panjang rata-rata ikan betina 22,75 cm dan bobot total ikan betina 188,27 gram.
Pemijahan Induk
Persiapan Wadah Pemijahan
             Pemijahan ikan tambakan dilakukan pada bak fiber glass terkontrol dengan volume bak 1000 liter. Bak yang disiapkan sebanyak empat buah bak, kemudian bak dibersihkan Setelah itu bak yang digunakan dibilas dengan air bersih. Kemudian bak yang telah dibersihkan dikeringkan selama satu hari agar kuman-kuman dan bibit penyakit mati. Sedangkan persiapan bak fiber glass ini dilakukan di hatchery satu yang tertutup.
Setelah bak fiber glass dikeringkan selama satu hari, kemudian air diisi kedalam bak fiber glass tersebut sebanyak 600 liter. Kemudian aerasi dipasang kemasing-masing bak fiber glass sebanyak dua  buah selang aerasi dan aerasi harus di cek setiap hari.
 Pemijahan
Sebelum ikan dipijahkan dilakukan penangkapan induk dengan menggunakan Jaring. Ukuran mata jaring yang digunakan untuk menangkap induk jantan dan betina dengan diameter jaring 1 cm. Kemudian ikan digiring dengan cara mempersempit ruang gerak ikan didalam air.
Pemijahan dilakukan didalam bak fiber glass dengan volume 600 liter air, dengan perbandingan jantan dan betina 1:1. Bak fiber glass tidak perlu ditutup dengan jaring, karena bak yang digunakan cukup besar dan volume airnya tidak terlalu banyak. Sebelum induk dipijahkan terlebih dahulu diberok dengan tujuan untuk mengosongkan perut ikan dari kotorannya (feces).
Jumlah ikan Jantan dan Betina yang ditangkap sebanyak 25 Jantan dan 25 Betina dan dilakukan pemijahan massal dan secara alami. Induk Jantan dan Betina dimasukkan kedalam bak fiber glass. Pemijahan ini tidak menggunakan substrat pemijahan, karena telur melayang/mengapung di permukaan air.
Setelah ikan jantan dan betina digabung kemudian suhu air di cek dengan menggunakan pH meter, Termometer dan DO meter. Adapun suhu untuk pemijahan ikan tambakan berkisar 26,8 0C, pH nya 6,99 ppm, DO nya 5,1. Kemudian selang Aerasi di pasang kedalam bak fiber tersebut.
Adapun tingkah laku pemijahannya adalah sebagai berikut, Ikan jantan akan mengejar-ngejar ikan yang betina. Kemudian warna air akan berubah menjadi keruh dan airnya bau amis dan kelihatan ada gelembung-gelembung  kecil di air tersebut Kemudian ikan jantan akan memutar-mutarkan badannya dan membelitkannya kepada betian. Ikan betina yang sudah memijah akan terlihat bekas luka akibat gigitan dari ikan jantan yang cukup keras. Kemudian akan mulai memijah dan melakukan ovulasi pada pagi hari yaitu pada pukul 06:35. Telur akan mulai banyak yang keluar dan terbuahi. Kemudian induk jantan dan betina akan selesai memijah dan setelah itu induk dikembalikan ke kolam pemeliharaan induk pada pukul empat sore.
Ciri-ciri telur yang dibuahi dan yang tidak dibuahi adalah sebagai berikut: Telur yang dibuahi berwarna kuning dan bening transparan, Sedangkan telur yang tidak dibuahi berwarna putih dan jika dibiarin terlalu lama akan ada jamur yang tumbuh. Telur tersebut bersifat melayang di permukaan air.
Penetasan Telur
Persiapan Wadah
Adapun wadah yang diperlukan untuk menetaskan telur adalah 3 buah bak fiber glass yang telah disediakan dan yang telah dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel pada bak fiber glass tersebut. Kemudian selang aerasi pada bak fiber glass tersebut dipasang sebanyak 6 buah.
Penebaran dan Inkubasi Telur
Telur dipindahkan ke bak fiber glass yang telah disiapkan. Pemindahan telur dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan serok kain yang lubang kainnya rapat. Kemudian telur di serok perlahan-lahan, diserok sedikit demi sedikit tidak boleh terlalu banyak karena akan menyebabkan telur-telur akan menjadi rusak. Telur yang telah diserok disebar secara perlahan-lahan. Suhu dari ke tiga bak fiber glass tersebut adalah 27,37 0C, sedangkan untuk ph 7,13 dan DO nya 6,98 ppm. Telur yang dibuahi kemudian diukur diameternya dengan menggunakan mikroskop. Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk mengukur diameter telur adalah sebagai berikut: Mikroskop elektron, Cawan petrik, Gelas objek, Tissue, Jarum pentul, Wadah plastic. Kemudian telur diambil sebanyak 50 butir, diameter telur diukur setelah dua jam telur keluar pada pukul 08:45 – 09:15 WIB. Jadi jumlah diameter rata-rata telur yang telah diukur adalah 0,99 mm.
Telur yang telah di Inkubasi mulai menetas setelah16-20 jam, pada kegiatan yang saya lakukan telur akan menetas pada pukul 21:30 WIB. Dikarenakan suhu penetasan pada telur sangat bagus sehingga telur akan cepat menetas.
Telur dihitung dengan mengambil tiga kali ulangan, tiap ulangan diisi telur sebanyak + 200 butir telur. Kemudian telur dimasukkan ke tiga saringan. Adapun cara penghitungan derajat pembuahan telur adalah sebagai berikut.
Sedangkan derajat penetasan dihitung dengan cara menghitung satu-satu jumlah larva yang menetas. Untuk jumlah telur, derajat penetasan , Hr, Fr, Gsi dapat dilihat pada tabel 4 di halaman lampiran.
Pemeliharaan Larva
Persiapan Wadah Pemeliharaan
Persiapan wadah pemeliharaan larva dengan menggunakan bak beton yang berukuran 2,5 meter x 5,0 meter. Bak beton yang digunakan sebanyak tiga buah bak beton. Untuk menggunakan bak beton sebaiknya bak beton dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran yang menempel. Karena bak beton bekas pemeliharaan benih ikan patin siam dan bekas kultur pakan alami.
Air yang ada di bak beton dibuang terlebih dahulu semuanya, kemudian setelah air yang ada didalam bak beton habis dibuang semuanya. Kemudian bak beton dibersihkan dengan menggunakan mesin pompa door smeer yang mempunyai daya dorongan air yang kuat. Kemudian air tersebut disorong ke pipa outlet dengan menggunakan sekop beserta kotoran yang telah dibersihkan. Setelah bak dirasa cukup bersih, kemudian bak dikeringkan selama satu hari. Pengeringan bak berguna untuk membunuh bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman yang ada didalam bak. Kemudian selang aerasi dan batu aerasi tetap dipasang, kemudian aerasi di cek terus-menerus.
Setelah bak dikeringkan kemudian air dimasukkan kedalam bak sebanyak 5000 liter atau 5 ton air. Jadi untuk ketiga bak dibutuhkan 15 ton air atau 15.000 liter air. Bak yang telah disiapkan, sebelumnya pakan alami sudah dikultur terlebih dahulu sebelum larva ditebarkan.                                                                                                                                  
Pemanenan Larva Tambakan
Larva dipanen setelah semua telur  menetas, Larva dipanen dengan menggunakan serokan kain. Kemudian larva ikan dihitung dengan menggunakan sendok takar 5 ml. sebelumnya larva ikan telah dihitung berapa takar larva yang didapat dalam satu sendok takar. Kemudian panjang larva tambakan diukur dengan menggunakan mikroskop proyektor.
 Penebaran Larva Tambakan
Larva Tambakan ditebar di bak beton yang telah disiapkan  dan yang telah tumbuh pakan alaminya buat pakan larva tambakan. Larva tambakan masih memiliki kuning telur, kuning telur larva tambakan akan habis setelah larva tambakan berumur dua hari. Setelah umur larva tambakan lewat 2 hari larva akan mulai memakan pakan alami yang ada di bak beton berupa Plankton.
Adapun larva tambakan yang masih berumur satu hari belum dapat berenang kedalam kolom perairan. Larva baru dapat berenang kedalam kolom perairan setelah larva berumur 3 hari. Larva bersifat tenang dan tidak mau bergerak, tapi ada sebagian larva yang sudah langsung bergerak bebas dan berenang didalam kolom perairan. Untuk larva tambakan ini, aerasi tetap harus dipasang karena jumlah ikan yang ditebar terlalu padat dan suplai oksigen buat larva tetap ada. Larva yang baru menetas akan terapung dengan perut diatas dan ukuran larva yang baru menetas berukuran 2,5 mm.
Pendederan 1
Pada kolam pendederan I penebaran larva dilakukan pada pukul 13:30-17:00 WIB dengan cara larva diserok dengan menggunakan serokan kain. Kemudian Larva di takar dengan menggunakan sendok takar 5 ml dan dimasukkan kedalam baskom. Bak I diisi 200 takar (736.000), Bak II  diisi 183 takar (673.440) dan Bak III diisi 175 takar (644.00). Dengan kapasitas air 5000 liter. Tiap satu takar 3680 ekor larva. Jadi jumlah larva yang menetas keseluruhannya 2.053.440. Pakan yang diberikan pada pendederan I berupa tepung pellet, selain itu larva makan pakan alami yang tumbuh di bak beton.
Pemberian Pakan Larva Tambakan
Selain plankton larva tambakan dapat diberikan pellet yang lebih halus buat larva tambakan. Tetapi pellet dapat diberikan setelah semua larva dapat bergerak dan berenang bebas dan kuning telur telah habis sebagai pakan cadangan. Pemberian pakan dilakukan setelah 2-3 hari dengan cara menebarkan pakan diatas permukaan air.
Frekwensi pemberian pakan dilakukan empat kali sehari sebanyak 12 gram/hari sampai umur 3 hari dan 20 gram/hari sampai umur 7 hari. Untuk pemberian pakan dengan cara Micro diet dilakukan dengan cara dilarutkan kedalam air kemudian di tebar ke permukaan air.
Pemanenan Benih
             Sebelum melakukan pemanenan benih tambakan, benih dipuasakan terlebih dahulu selama satu hari (di berok) gunanya untuk mengosongkan perut dan mengurangi amoniak pada ikan sewaktu dikirim. Pemanenan dilakukan dengan menggunakan jaring, benih diambil sebanyak 10.000 ekor sesuai permintaan dari konsumen.
Sebelum benih tambakan dikirim, larva tambakan ditampung didalam hapa, yang telah dipasang sebelumnya didekat kolam benih. Benih yang dipanen akan disumbangkan ke pesantren yang membutuhkannya dan juga untuk restocking.
Kultur Pakan Alami
Sebelum larva di tebar kedalam bak pakan alami harus dikultur terlebih dahulu buat pakan larva. Bak yang dibutuhkan sebanyak tiga buah dengan ukuran 2,5 meter x 5,0 meter. Wadah yang dibutuhkan harus dibersihkan terlebih dahulu. Dengan cara air yang kotor didalam bak harus dibuang terlebih dahulu yang ada pada ketiga bak tersebut. Kemudian bak tersebut dibersihkan dengan menggunakan pompa yang mempunyai tenaga dorongan yang kencang.
Bak dibersihkan dan Semua kotoran juga endapannya langsung dibuang. Lalu selang aerasi dipasang tiap-tiap bak yang akan digunakan. Kemudian air dimasukkan kedalam bak yang telah dikosongkan, air diisi sebanyak 5000 liter.
Pemupukan
Untuk pemupukan bak dimulai setelah air bak diisi, adapun dosis pupuk yang digunakan adalah sebagai berikut. Urea 800 gram, Tsp 880 garam, Dedak 800 gram, Tepung ikan 400 gram, Tepung kedelai 400 gram. Sedangkan volume air untuk bak 1 dan bak ke 2 jumlah volume air nya adalah sebanyak 10 ton/10.000 liter air. Pemupukan berguna untuk menumbuhkan pakan alami. Jenis pakan alami yang biasa dimakan oleh larva ikan adalah plankton. Untuk bak yang ketiga langsung diambil pakan alami dari bak yang sebelahnya, dengan menggunakan mesin pompa dengan cara pakan alami disedot kemudian diisi sebanyak 5 ton/5000 liter yang ada pakan alaminya.
Pada cuaca cerah pakan alami akan tumbuh dengan cepat, pakan alami akan tumbuh selama tiga hari dan jika pada cuaca mendung pakan alami akan tumbuh dengan lambat atau selama satu Minggu. Warna perairan yang bagus buat pakan alami berwarna hijau tua. Tabel 5. Pengukuran suhu air pada bak pakan alami.
No Parameter yang diukur Nilai/Angka
1. Suhu 28,52 0C

pH 6,74

DO 5,2 ppm
2. Suhu 28,94 0C

pH 6,29

DO 4,14 ppm

Minggu, 17 Juni 2012

Pembenihan lele sangkuriang untuk Pemula

Cara pembenihan lele sangkuriang meliputi kegiatan perawatan induk, pemijahan, penetasan & pemeliharaan benih lele s/d benih mencapai ukuran 5/6 cm atau berukuran 7/8 cm. Kolam yang digunakan sebaiknya menggunakan kolam terpal saja, selain lebih mudah & hemat, penggunaan kolam terpal juga dpt meminimalisasi penyakit dari pd kolam tanah.
Kolam terdiri dari :
  • Kolam perawatan induk  dgn ukuran  sekitar 5 m x 3 m x 1,5 m (Panjang x Lebar x Tinggi)
  • Kolam pemijahan dgn ukuran  sekitar 4 m x 2 m x 1 m (Panjang x Lebar x Tinggi).
  • Kolam penetasan & pemeliharaan benih ukurannya  sekitar 6 m x 3 m x 50 cm (Panjang x Lebar x Tinggi) sebanyak 10 kolam.
Kolam utk pembenihan lele sangkuriang dgn ukuran seperti di atas dpt berisi sampai 3 paket indukan, 1 paket indukan biasanya berisi 15 atau 16 ekor, terdiri dr 5 atau 6 ekor jantan & 10 ekor betina. Jika ingin membeli indukan lele sangkuriang, belilah ditempat yang benar-benar dipercaya.  Langkah pertama yg harus dilakukan sebelum membeli indukan lele sangkuriang adalah menyiapkan kolam perawatan induk, dgn ukuran kolam seperti diatas. Air kolam diisi sekitar 120 cm. Kemudian lakukan pengomposan agar kualitas air kolam menjadi baik & memenuhi standart. Pengomposan yg baik biasanya air kolam berwarna hijau pekat karena adanya mikroorganisme & zat yg baik utk ikan. Lamanya waktu pengomposan sekitar 10 hari. Kemudian indukan lele sangkuriang dpt dimasukan ke dalam kolam. Di dalam metode pembenihan lele sangkuriang ini, indukan lele jantan & betina tdk dipisahkan, semua indukan lele dimasukan menjadi satu kolam. Karena warna air kolam yg tdk jernih (Hijau) maka biasanya indukan lele sangkuriang tdk melakukan pemijahan liar.

Indukan lele sangkuriang sebaiknya diberikan pakan pelet hanya satu kali sehari pd malam hari  jam 20.00, namun semua indukan lele harus dpt pakan. Semakin pakan berprotein tinggi semakin baik kualitas telur, jika ingin memberikan pakan tambahan, misalnya ayam tiren cukup satu minggu sekali, jika terlalu sering dikhawatirkan akan membuat indukan kelebihan lemak & akan  mengganggu produktifitas telur.

Kemudian membuat kakaban & menyiapkan kolam pemijahan. Dalam pembenihan lele sangkuriang setiap kakaban berukuran panjang 1,5 m & lebar 40 cm, buat 18 kakaban menggunakan ijuk & bambu sebagai penjepit. Kemudian kolam pemijahan diisi dgn air bersih setinggi 25 cm s/d 30 cm. Pastikan kakaban yang dimasukkan dalam kondisi bersih, usahakan dasar kolam tertutup rapat dgn kakaban, jika kakaban mengapung, gunakan batu kali agar tenggelam, pastikan batu yg digunakan sebagai penahan tenggelam 10 cm di bawah permukaan air.

Indukan jantan lele sangkuriang yg siap memijah ditandai dgn alat kelaminnya terlihat memanjang & berwarna kemerahan, jika diusap pd bagian sirip atas dr arah depan ke arah ekor, maka sirip atas akan berdiri, berarti indukan jantan sedang birahi. Indukan betina yg siap memijah memiliki ciri perut yg besar & lembek, alat kelamin tampak bulat & membesar berwarna kemerahan. Perbandingan yg ideal utk satu kali pemijahan adalah 3 ekor induk jantan & 4 ekor induk betina. Pemijahan yg baik biasanya dilakukan pd sore hari, proses pemindahan indukan dr kolam indukan ke kolam pemijahan dilakukan per ekor & jangan sampai melukai indukan atau membuat indukan stress. Lele sangkuriang biasanya memijah di malam hari, sehingga keesokan paginya telur akan terlihat memenuhi kakaban.
Kemudian memindahkan kakaban ke dalam kolam penetasan, sebaiknya pd sore hari, pindahkan kakaban yg telah berisi telur ke dalam kolam penetasan yg telah disiapkan. Dari 10 kolam penetasan gunakan 6 kolam, masing-masing diisi 3 kakaban/kolam (18 kakaban). Kolam penetasan dibersihkan & diisi dgn air bersih setinggi 20 cm utk daerah yg bersuhu panas & 15 cm utk daerah yg lebih dingin, berikan larutan yg dpt meningkatkan kualitas air & menjaga kestabilan PH air. Utk mengetahui kualitas air sebaiknya menggunakan alat pengukur PH air.  Empat kolam penetasan yg tersisa lakukan pengomposan pd 3 kolam, utk nantinya digunakan sbg tempat benih lele pd saat proses penyortiran. Satu kolam lagi yg tersisa tdk perlu dikompos, karena akan digunakan utk mengumpulkan seluruh kakaban yg akan diangkat pd hari ke 13.  Setelah semua kakaban dr kolam pemijahan telah dipindahkan ke dalam kolam penetasan, maka semua indukan yg telah memijah harus dikembalikan ke dalam kolam indukan sore itu juga. Biasanya telur lele sangkuriang mulai menetas keesokan harinya, benih lele yg baru menetas tdk perlu dikasih  makanan sampai pd hari ke empat, karena mereka masih memiliki cadangan makanan yg dibawa dr lahir. Kemudian utk hari ke-4 diberikan pakan alami berupa cacing sutera yg masih hidup. letakkan tumpukan cacing sutera yg dibagi menjadi 9 tumpukan kecil-kecil di dasar kolam pd sudut yg berbeda-beda agar seluruh benih rata mendapatkan makanan. Kontrol cacing sutera jika habis tambahkan, sampai benih berumur 13 hari. Saat berumur 13 hari, seluruh kakaban dr kolam penetasan dipindahkan ke kolam yg sudah tersedia. Sebaiknya kakaban dicelup-celupkan dulu dgn perlahan agar benih lele yg menempel terlepas. Bibit yg berumur 13 hari utk pemberian cacing sutera dihentikan, diganti dgn pelet tepung (pakan udang) yg diberikan 6 kali setiap hari, pemberian pelet tepung dihentikan jika sudah menghabiskan 5 kantong. Kemudian pakan diganti dgn pelet yg ukurannya lebih besar (sesuaikan dgn ukuran ikan), cara pemberian pakan & banyaknya sama, yaitu sampai menghabiskan 5 kantong. Jika benih berumur 20 hari baru dilakukan penyortiran. Penyortiran menggunakan 3 jenis baskom sortir, yaitu baskom utk ukuran benih 2/3 cm, baskom utk ukuran benih 3/4 cm & baskom utk ukuran benih 5/6 cm. Di penyortiran tahap pertama biasanya ditemukan 4 macam ukuran :
  • Ukuran ke-1 adalah yg paling kecil, yuait benih yg lolos dr baskom 2/3 cm, masukan kembali benih lele ke kolamnya semula & berikan lagi pakan pelet tepung.
  • Ukuran yg ke-2 adalah ukuran 2/3 cm, masukkan benih ukuran 2/3 cm ini ke dalam salah satu dr 3 kolam yg  sudah tersedia yaitu kolam yg sudah dilakukan pengkomposan sebelumnya. Pelet yg diberikan disesuaikan dgn ukuran ikan , sesekali bisa diselingi dgn pelet tepung.
  • Ukuran yg ke-3 adalah ukuran 3/4 cm. Masukan benih ukuran 3/4 cm ke dalam salah satu dr 2 kolam yg tersisa. Jenis pelet yg diberikan dpt disesuaikan dgn ukuran benih.
  • Ukuran benih yg ke-4 adalah ukuran 4/6 cm atau lebih, masukan benih ukuran ini kedalam kolam terakhir. Benih ukuran ini sudah bisa diberikan pakan pelet yg lebih besar.
Setelah benih lele berumur 27 hari, lakukan lg penyortiran, pd penyortiran yg kedua ini biasanya benih lele dgn ukuran 5/6 cm sudah mulai banyak, shg sudah bisa untuk dijual.

Kamis, 07 Juni 2012

liat Foto Bugil Ayam Kampus Tanpa Sensor

Foto Bugil Ayam Kampus Tanpa Sensor



Kali ini sim kuring akan bagikan foto ayam kampus bugil. Temen-temen bisa lihat Foto Bugil Ayam Kampus Tanpa Sensor secara gratis disini. Selain itu disertakan juga nomor hape ayam kampus UGM, UNY, UPN, dll. Penasaran ! Mau ?
Berikut foto bugil ayam kampus


ayam kampus bugil

Bagi anda yang ingin memesan ayam kampus tersebut, call saja ke 8888. Dijamin mantap ! hohoho
Cukup sekian info mengenai Foto Bugil Ayam Kampus Tanpa Sensor.

Jiga Nu eweuh gawe nya!!!

Rabu, 06 Juni 2012

lagi -lagi proses pemijahan lele

1. Persiapan kolam pemijahan. 

Kolam Pemijahan bisa dibuat dengan membuat kolam terpal yang lebih praktis dan ekonomis dan mudah    dalam pelaksanaannya. Untuk kolam pemijahan bisa dibuat dengan ukuran 4m x 2m dengan ketinggian dinding kolam 1 METER




2. Pembuatan Kakaban
Kakaban dibuat dengan  menggunakan ijuk yang telah dibersihan dari lidi-lidi besarnya dengan maksud agar lele tidak terluka pada saat melakukan pemijahan,  ijuk tersebut dipotong kurang lebih 30 - 40 cm kemudian dipaku bersama dua bilah bambu yang sudah diserut halus. Panjang kakaban dibuat 1,5 m dan untuk kolam ukuran 2m x 4m dibutuhkan 14 - 18 buah kakaban
3. Persiapan Kolam Penetasan
Kolam penetasan dibuat dengan ukuran 4m x 3m dengan ketinggian dinding 50cm, kolam ini juga dibuat dengan menggunakan terpal agar lebih mudah. Untuk satu kali pemijahan dibutuhkan 5 buah kolam penetasan, ini disebabkan telur yang dihasilkan sangat banyak jadi harus dibagi ke beberapa kolam penetasan.
4. Persiapan Indukan.
Dalam melaksanakan pemijahan harus disiapkan indukan yang siap untuk pemijahan baik jantan ataupun betina. Ciri indukan yang siap untuk betina adalah alat kelamin sudah berwarna merah jambu ataupun kalau itu tidak begitu kelihatan tinggal dipegang perutnya kalau terasa lembek berarti sudah siap. Untuk yang jantan juga sama bila alat kelaminnya sudah kelihatan berwarna merah mudah dan menonjol atau bisa juga dilihat dari siripnya bagian atas yang berdiri.
Setelah disiapkan kolam pemijahan kita bisa memulai proses persiapan pemijahan antara lain : 
a. Pengaturan kakaban didalam kolam pemijahan.
kakaban yang telah disiapkan diatur didalam kolam pemijahan secara teratur dan rapat sehingga semua telur bisa menempel dengan bagus di kakaban tersebut dan juga agar indukan lele tidak stres.  Kakaban yang sudah diatur di dasar kolam selanjutnya ditahan bambu dengan maksud agar kakaban setelah diisi air tidak naik keatas, (lihat foto).
b.Mengisi kolam pemijahan dengan air bersih.
Setelah kakaban selesai diatur di kolam pemijahan selanjutnya dilakukan pengisian kolam dengan air bersih setinggi 25 sampai dengan 30 cm.

c.Pemindahan Indukan.
kolam yang sudah terisi air berarti telah siap untuk diisi indukan, indukan yang sudah kita siapkan baik jantan atau betina segera dipindahkan ke dalam kolam pemijahan dengan menggunakan seser secara pelan-pelan agar lele tidak stres. Pemindahan indukan sebaiknya dilakukan pada sore hari sekitar  jam 16.00.
d. Proses Perkawinan.
Selama indukan didalam kolam pemijahan jangan sekali-kali membuat kegaduhan di sekitar kolam karena menyebabkan lele tidak akan bertelur dengan baik, lele baru akan bertelur kurang lebih setelah subuh sampai pagi hari apabila kondisi lingkungan tenang.
5. Pengambilan  Telur
Biasanya pagi hari sekitar jam 6-7 pagi telur sudah bisa dilihat dengan mata kita ditandai adanya butiran warna hujau gelap diatas kakaban dan akan terlihat banyak sekali karena satu indukan bisa bertelur sampai 30.000 butir, selanjutnya pada sore harinya bisa diipindahkan masing-masing kakaban yang berisi telur ke masing-masing kolam penetasan.
 

Setelah semuanya berapa pada kolam masing-masing tinggal menunggu benih tersebut menetas pada keesokan harinya, biasanya pagi sudah kelihatan adan larva yang berenang disekitar kakaban apalagi dibawah kakaban akan kelihatan ribuan larva yang sedang berkumpul. untuk iklim dingin seperti di kolam kami ( Di Blok Banjaran Hilir desa Banjaran Kecamatan Banjaran kabupaten majalengka) tunggu sampe 2 maksimal 3 hari.

indukan lele siap pijah


CIRI - CIRI INDUK YANG SIAP DIPIJAH
A. Gonat Betina                                   

Ciri ciri Betina, gonat bengkak berwarna gelap, perut lembek, bila ditekan akan keluar telurnya.

B. Gonat Jantan




Ciri ciri Jantan, kelamin panjang, berwarna gelap, bila diurut keluar cairan putih seperma. Induk semacam ini meskipun dipijah secara tradisional atau alami akan tetap memijah.